Labels

Jumat, 31 Mei 2013

Cerita : Negara Rusia



Salam untuk semua sahabat KIR SMA Negeri 5 Padang dimanapun kalian berada saat ini. Hehe. Pada minggu ini, saya sebagai admin akan membahas tentang Negara Rusia dengan label “Cerita”. Sebelumnya, tulisan ini hanya bertujuan untuk menambah khazanah ilmu dan wawasan sahabat- sahabat sekalian. Oke.. Mari kita mulai membahas salah satu negara komunis dengan notabene “Uni Soviet”. Semoga bermanfaat !!
*
Rusia merupakan negara bagian dari Uni Soviet yang tercatat sebagai negara adidaya bersama Amerika Serikat pada Perang Dunia. Rusia yang beribukota Moskow ini membentang dari sebelah Timur Eropa,  hingga Utara Asia dengan luas wilayah mencapai 17.075.400 km2 . Tidak salah negara ini dinobatkan sebagai negara dengan luas wilayah terbesar di dunia. Bahkan RRC (Republik Rakyat Cina) yang memiliki wilayah—terbilang luas jika kita melihat peta masih kecil dibandingkan  Rusia. Luas wilayah Rusia 2x luas wilayah RRC. *Sungguh menakjubkan!! Walaupun Rusia memilki luas wilayah yang luar biasa, negara ini tidak berpenduduk sebanyak luas wilayahnya. Jumlah penduduk Rusia masih terbilang normal dengan  menduduki peringkat ke-7 setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Indonesia, Brasil, dan Pakistan.
Rusia sebagai negara peninggalan Uni Soviet tidak dipungkiri bahwa sebagian aset  negara ini merupakan warisan dari Uni  Soviet. Hal ini terbukti dengan jumlah penduduk 50 % asli penduduk Uni Soviet,  dan kurang lebih 50 % mewarisi aset ekonomi dan persenjataan. *Kagum.
Negara Rusia menganut sistem pemerintahan Republik Federal Semipresidensial –sistem pemerintahan yang menggabungkan kedua sistem pemerintahan yaitu presidensial dan parlementer. Semenjak tahun 2012, tampuk kekuasaan Rusia dipegang oleh seorang presiden yang bernama Vladimir Putin.
*
Kita telah membahas negara dan seluk beluk sistem pemerintahan negara Rusia. Selanjutnya,  kita akan membahas tentang keunikan-keunikan apa saja yang ada di Rusia. Namun, saya hanya menjelaskan satu  keunikan dari negara ini yang paling menonjol. Oke, check it out
*
Pernah membaca buku  atau novel yang mengangkat latar negara Rusia? Pernah mendengar atau membaca nama-nama orang Rusia? Wajar setiap negara memiliki kekhasan dalam memberikan nama kepada anak-anaknya. Begitu juga yang terjadi di negara Rusia. Nama orang Rusia terdengar unik karena memiliki akhiran chev/ov/v –untuk anak laki-laki  dan ovna/ova/cheva—untuk anak perempuan. Contohnya :  Ivanov, Zhirkov, dll.
Pada umumnya nama anak-anak di Rusia terdiri atas 3 kata : Nama pemberian orangtua—Nama ayah—Nama marga. Secara tidak langsung setiap orangtua di Rusia hanya memikirkan satu kata dari anaknya. Contoh : Orangtuanya memberi  nama anaknya Sergey—anak laki-laki, nama ayahnya Ivan dan nama marganya Rulin. Maka nama anak tersebut akan menjadi Sergey Ivanov/Ivanchev/Ivanv Rulin. Akhiran seperti chev/ov/v nantinya akan disesuaikan dengan pengucapan yang cocok.
Begitu juga dengan nama anak perempuan, hanya saja dalam penamaan anak perempuan berakhiran ovna/ova/cheva. Pembeda  anak perempuan jika dia telah menikah, secara langsung nama marganya akan berganti menjadi marga suaminya,  atau digabung dengan marganya dan marga suaminya. Tidak hanya itu, ketika nanti anaknya lahir nama perempuan (ibu si anak) tidak akan berpengaruh terhadap penamaan anaknya, karena nama ditentukan dari nama ayah dan marga ayahnya.
Oleh sebab itu, jika nantinya kita berkunjung ke Negara Rusia sambil  memperkenalkan diri dengan nama “Zarah”, orang-orang Rusia pasti akan berasumsi : 1) Apakah dia tidak mempunyai ayah?,  2) Apakah dia tidak mempunyai marga?
Begitulah sistem penamaan nama di Rusia yang sudah digunakan semenjak 1800-an. Walaupun telah menganut paham liberalis dan tidak adanya ketentuan hukum dari penamaan ini, tapi hampir semua orangtua Rusia yang mempunyai anak pasti akan menganut sistem ini. *Berminatkah dengan paham ini?? 

*
(St.Petersburg Photos)
Oke sahabat-sahabat KIR,  setelah menjelaskan penamaan nama orang  Rusia kita beralih ke kota-kota besar di Rusia. Mari manjakan mata dengan keindahan kota-kota di Rusia. Let’s read—jangan beralih ke yang lain dulu J Oke?
Rusia memiliki kota-kota besar yang terkenal seperti : Moskow, Saint Petersburg, Nizhny Novgorod, Yekaterinburg, Samara, Omsk, Kazan, Chelyabinsk, Rostov na Donu, Ufa, Volgograd, Perm Karsnoyarsk, Saratov, Voronezh, Tolyatti, Krasnodar, Ulyanovsk,  dan Izhevsk. *Sungguh ribet namanya saudara-saudara -,-
Tapi tenang teman-teman, kali ini saya  tidak akan membahas semua kota ini. Saya hanya akan membahas satu dari kota yang tertera di atas, yaitu Saint Petersburg (St. Petersburg). Oke, check it out !! ^^
*
 
 (Sungai Neva Photos)

 (Sungai Neva Photos)
St. Petersburg merupakan nama sebuah kota di federasi Rusia yang dulunya bernama Petograd (1914-1924) dan Leningrad pada masa Uni Soviet (1924-1991)—untuk mengenang Vladimir Lenin. Walaupun daerah ini termasuk kota dalam federasi Rusia, kota ini lebih berbentuk pelabuhan yang terletak di tepi Sungai Neva dan Teluk Frinskiy.
St. Petersburg adalah pusat industri, ilmu, dan budaya yang penting serta industri mesin, baja, kimia, dan pangan. Kota ini telah mempunyai kereta bawah tanah sejak tahun 1955. Oleh sebab itu, pusat kota dari St. Petersburg dijadikan situs warisan dunia oleh UNESCO.
 (Universitas Negeri St.Petersburg Photos)

Daerah St. Petersburg tidak hanya memiliki banyak industri, namun memiliki banyak tempat menarik yang patut dikunjungi jika berada di Rusia. Salah satunya adalah terdapat institut penyelidikan yang menjadi cabang Akademi Sains Rusia. Tidak hanya itu, di St. Petersburg terdapat 43 perguruan tinggi yang salah satunya adalah Universitas Negeri St. Petersburg. Beranjak dari perguruan tinggi, tidak jauh dari sana kita akan disuguhkan oleh tempat yang menarik seperti Teater Mariinskiy, Teater Opera dan Balet, dan Teater Drama Besar. 
(Teater Mariinskiy Photos)
Jika kita telah berada di St. Petersburg, rasanya tidak lengkap jika tidak mengunjungi Perpustakaan Nasional Rusia yang memiliki manuskrip Melayu termasuk sejarah Melayu yang dibawa oleh Laksamana I.F Kruzenshtern dalam pelayarannya pada tahun 1978. St. Petersburg juga memiliki 47 museum, antara lain : Museum Hermitage (kaya akan koleksi lukisan, patung, dan permadani dari seluruh penjuru dunia), Museum Russky Muzey (menyimpan koleksi seni lukis Rusia), Museum Antropologi dan Etnologi—Kunstkammer (memiliki koleksi etnografi Indonesia), dan Meseum Memorial Pushkin. 

 (Museum Hermitage Photos)

 (Meseum Memorial Pushkin)
Selain itu  ada banyak tempat peninggalan masa lalu yang sangat sayang dilewatkan, antara lain : Patung Peter yang Agung (1782), Benteng Petropalovskaya di pulau Zayachy (1703), Istana Musim Dingin, Taman Musim Panas, Katedral Isaakieevskiy (1818-1858), dan Istana Peterhof yang memiliki taman indah dan penuh air mancur. 

 (Istana Musim Dingin Photos)
 
 (Taman Musim Panas Photos)

(Istana Peterhof Photos)

*
Baiklah teman-teman semuanya, itulah “cerita” tentang negara Rusia yang memiliki begitu banyak keindahan dan nilai budaya yang tinggi. Mungkin tadinya kita hanya melihat negara-negara seperti Jepang, Korea, Prancis , dan banyak negara lain yang sudah memiliki image keindahan tiada tara. Walaupun Rusia terkenal dengan segala hal berbau militer, sebenarnya negara ini masih memiliki segudang hal yang bisa kita kunjungi sebagai tempat tujuan wisata.
Terakhir, saya ingin mengucapkan terimakasih bagi sahabat-sahabat yang telah membaca tulisan ini. Silahkan copy and paste jika dirasa perlu , thanks a lot
*
 

Senin, 06 Mei 2013

Sinopsis Novel : Dia Karya Nonier



Kadang kita mencintai seseorang begitu rupa sampai tidak menyisakan tempat bagi yang lain. Membuat kita lupa sekedar bertanya, inikah sebenarnya cinta?


             Awalnya Denia yang seorang siswi di sebuah SMA di Surabaya memiliki sepupu jauh yang sudah dianggap kakak kandung baginya yang bernama Janu. Namun secara diam-diam Denia menyimpan rasa terhadap Janu. Kebersamaan mereka sedari kecil membuat Denia tanpa sadar memiliki rasa sayang melebihi seorang adik terhadap kakaknya.
            Namun, semua perasaan itu harus luluh lantak ketika Janu memutuskan untuk bertunangan dengan Sasa seorang model terkenal. Lagi-lagi Denia harus meredam perasaan ketika ia diminta untuk menghadiri pesta pertunangan Janu. Disaat itulah, kesedihan Denia tertangkap lensa kamera. Hal ini diketahui secara tidak sengaja oleh Saka—cowok menyebalkan kebetulan satu kereta dengan Denia saat berangkat menuju Jakarta.
            Sejak saat itu, secara tidak sengaja Saka mulai memasuki kehidupan Denia. Sikap dan gaya Saka yang mengjengkelkan serta kejam, cowok itu mampu membuat Denia naik darah setiap kali bertemu dengannya. Saka yang mengetahui perasaan Denia terhadap Janu, mengancam akan member tahu kebenaran itu kepada Janu.
            Sayangnya ancaman itu benar-benar terjadi meski pada kenyataan bukan Saka yang membeberkan rahasia tersebut. Keadaanpun menjadi semakin rumit. Sasa begitu marah kepada Denia. Janu merasa terkejut dengan pengakuan Denia, dan Denia merasa kesal karena rahasianya itu akhirnya terbongkar juga.
            Seiring dengan adanya kejadian itu, kondisi makin tidak menyenangkan. Meski Denia sudah berupaya melupakan Janu, Sasa tetap menerornya. Bahkan Sasa mengatakan penyebab putusnya pertunangan mereka karena Denia. Tidak hanya itu, Janu pun baru menyadari perasaan terpendamnya yang ia miliki terhadap Denia. Disaat cinta Denia akan segera terbalas, kenapa ada ganjalan untuk merasa bahagia dengan orang yang dulu pernah dicintainya? Lantas apakah desir yang terasa di dadanya di dekat Saka merupakan percikan rasa cinta walau ia merasa sebal jika bertemu dengan cowok itu?


Resensi Novel : Eclair - Pagi Terakhir di Rusia



·        Judul : Éclair, Pagi Terakhir di Rusia
·        Pengarang : Prisca Primasari
·        Penerbit : Gagas Media
·        Tahun terbit : 2011
·        Tebal : 234 Halaman
·        Panjang buku  : 18, 5 cm

Éclair, Pagi Terakhir di Rusia, merupakan salah satu karya dari Prisca Primasari. Buku yang bertema kan tentang persahabatan ini memberikan suatu kesan tersendiri bagi pembaca. Pada novel ini, si pengarang menuliskan tentang persahabatan lima orang, yang bernama, Katya, Sergei, Lhiver, Kay dan Stepanych. Mereka berlima menjalin persahabatan semenjak meninggalnya ayah Katya yang mana merupakan orang paling dicari oleh Tsar Rusia (orang-orang keturunan kerajaan Rusia). Namun, persahabatan yang mereka jalin melonggar dikarnakan suatu peristiwa yang membuat masing-masing dari mereka harus berpisah seiring terputusnya hubungan komunikasi.
Lhiver memutuskan untuk pergi ke Indonesia sebagai native speaker untuk bahasa Prancis. Kay pergi bersama istrinya ke New York. Sedangkan Sergei, Katya, dan Stepanych tetap menetap di Rusia. Seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun, Katya dan Sergei yang telah menjalin hubungan kasih akhirnya berencana untuk menyatukan persahabatan mereka kembali. Hal ini dilakukan atas permintaan Stepanych yang akhirnya divonis mengidap kanker hati.
Di dalam novel ini, pengarang menjelaskan bagaimana watak setiap dari mereka. Seperti, Sergei yang memiliki jiwa yang bijaksana, arif, dan sabar. Diantara mereka berlima, Sergei lah yang dianggap paling dewasa dalam berpikir. Katya, gadis perawakan Indonesia- Rusia yang memiliki wajah yang sangat cantik. Sifatnya yang ambisius, dan melakukan segala hal sesuai dengan semestinya merupakan sifat dari seoarang Katya. Lhiver, dan Kay yang terlahir bersaudara ini memiliki sifat yang tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama mencintai dunia seni. Sifat yang paling menonjol dari mereka berdua, mereka mampu menyimpan setiap masalah, dan mengubur masalah itu dengan mudahnya. Sedangkan Stepancyh, sabar dan tertutup. Sampai penyakit yang dideritanya mampu dia tutupi sedimikian bersihnya.
Pengarang menjelaskan latar yang beraneka ragam, seperti Rusia, Prancis, New York, dan Indonesia. Adanya latar yang berbeda-beda ini, melahirkan budaya yang dari setiap negara tersebut. Contohnya saja Indonesia, di dalam novel tersebut di jelaskan bagaimana keadaan di Indonesia. Cuaca yang panas, keramaian di setiap jalan, macet, dan beberapa kebiasaan orang Indonesia yang jelas di paparkan oleh si pengarang.
Novel ini memberikan beberapa amanat yang mampu dijadikan pelajaran bagi kehidupan kita sehari-hari. Amanat-amanat pada novel ini, dijelaskan secara tersirat oleh si pengarang. Sehingga, pembaca akan berpikir apa yang ingin disampaikan oleh si pengarang. Adapun amanat yang terdapat di dalam novel ini salah satunya adalah, bagaimana pun retak, dan hancurnya suatu persahabatan, jika ada satu dari mereka ingin mempersatukannya kembali maka hubungan yang tadinya melonggar, akan kembali kokoh semulanya.
Kemampuan pengarang dalam memaparkan plot/ alur dengan sangat baik merupakan salah satu kekuatan dari novel ini. Novel ini disusun, hingga menghasilkan satu kesatuan yang sangat padu. Novel ini memberikan beberapa ilmu tambahan bahasa. Seperti beberapa kosakata bahasa Rusia yang dijelaskan dengan baik. Sehingga, pembaca tidak kebingungan ketika membaca kata-kata yang bukan murni bahasa negara setempat. Konflik antara satu tokoh dengan tokoh yang lainnya sangat apik di paparkan oleh si pengarang. Jika anda membaca novel ini, mungkin anda tidak bisa berhenti di tengahnya. Novel ini mampu membuat pembacanya terus tertarik.
Namun, dalam novel ini juga memiliki kelemahan yang sebenarnya biasa bagi setiap pengarang. Pada novel ini, si pengarang kurang memberikan napas bagi pembaca. Pengarang terus memaparkan masalah-masalah yang menegangkan tanpa memberikan jeda bagi si pembaca. Pengarang kurang sempurna menyusun setiap bagian peristiwa dari novel tersebut. Sehingga, akan menimbulkan kebingungan bagi pembaca. Tetapi, walaupun memiliki kelemahan dari novel ini, novel ini masih memberikan daya tarik tersendiri oleh pembaca. Hal ini membuat kelemahan dari pengarang tertutupi, dan kurang jelas terlihat.


Puisi : Malam


Sayup – sayup angin malam …
Membelai kulit …
Seakan menyapa…
Bertanya apa kabar ?

Redup cahaya bulan…
Sinari tirani kehidupan…
Malam seakan bernyanyi…
Sendu dan pilu …

Di tengah sunyi ini …
Terdengar suara hati …
Meronta …
Menangis …

Tuhan ..
Lihatlah …
Hati hamba mu yang selalu basah …
Oleh linangan air mata …





a poetry by Putri Rahma Dian Silahkan Klik Ini untuk info penulis

Puisi : Pergi




Bila pergi…
Maka pergilah…
Dan jangan pernah mencoba
Untuk kembali…

Karena,
Kepergian yang memberikan
Seribu luka dan kekecewaan,
Akan sulit terlupakan…

Jangan coba untuk mengganggu…
Saat ketenangan mulai teraih…
Jangan coba ungkit kisah lama…
Karna hanya akan mengundang perih…

Jika usai,
Maka usailah…
Jangan coba,
Untuk memulai lagi…

Keputusan telah di tetapkan,
Waktu terus berlalu..
Maka,
Harus ikhlas dalam menerima,
Segala yg telah di tetapkan…


Silahkan Klik ini untuk Info Penulis a poetry by Putri Rahma Dian


Cerpen : Jaga Aku


Aku melangkah menuju makam yang terletak paling ujung. Aku berlutut di sana, dan membersihkan rerumputan kecil yang tumbuh. Lalu kutaburkan bunga segar yang tadi kubeli. “hai .. adinda .. hari ini, kanda datang..” kataku sambil mencium nisan nya. Aku menyapanya dan mendoakannya dengan khusyuk. Setahun sudah setelah kepergiannya. Aku terdiam, mengingat masa – masa bersamanya. Apa lagi, kesalahan terakhirku padanya, yang mungkin benar – benar tak patut di maafkan.
* * *
“aku punya alasan untuk itu semua !” kataku padanya. Aku menyudahi semua ini SEKARANG. Sebelum semuanya lebih jauh. Dan aku akan sulit serta tersiksa saat harus meninggalkannya nanti. Karna cepat atau lambat, aku pasti akan berpisah darinya. Dia hanya terdiam. Matanya menerawang lurus ke depan. Tangannya menggenggam. Aku tau, ini pasti berat untuknya, tapi, lebih baik ini terjadi sekarang, dari pada nanti saat aku harus benar – benar pergi darinya. Dan sebelum lebih banyak lagi kenangan indah yang tercipta, dan aku akan semakin berat melepasnya.
Aku tanpanya. Mungkin terlihat biasa saja. Aku berusaha menjalani hari – hariku tanpa ada yang bisa membaca atau pun menebak suasana hatiku. Tiga bulan lebih aku seperti itu. Hidup seperti biasa, padahal hatiku sangat merindukan hadirnya. Dia ? dia masih tetap hadir dalam hari – hariku. Masih menjaga perasaannya padaku. Bahkan ia memohon untuk kembali padaku. Aku hargai perasaannya yang merindukanku. Sesungguhnya aku pun begitu. Namun, aku tak ingin membuatnya banyak berharap. Jadi aku putuskan untuk bersikap sedikit dingin padanya. Agar ia mudah untuk melepasku.
Di saat ujian akhir pun, dia selalu memberiku semangat. Mengirimiku do’a dan mencurahkan perhatiannya padaku. Jujur, itu lah yang membuatku memilihnya untuk mengisi hatiku. Ia tau, apapun yang membuatku tidak nyaman. Ia selalu mengingatkanku tentang semuanya. Ia tau bahwa aku tak bisa kedinginan, aku tak menyukai ayah tiriku, aku suka es krim dan chiki, aku suka bermain basket, bola kaki, capoera, semuanya, dia tau itu. Tapi, walau begitu, aku tetap harus meninggalkannya, sebelum aku larut lebih jauh dalam rasa cintaku, dan tak mampu bahagia karnanya.
Hingga tiba saat nya aku harus pergi. Benar – benar meninggalkan semuanya. Aku sudah mengikuti tes di Universitas yang aku inginkan. Dan hasil nya pun, Alhamdulillah, sesuai dengan yang aku harapkan. Dan Alhamdulillah, aku mendapatkan beasiswa. Dua minggu lagi, aku akan berangkat ke Bandung, dan menetap di sana. Dia ? bagaimana dengan dia ? aku sudah tak lagi melihatnya. Dan tak lagi mendapat kabar darinya. Aku terlalu sibuk untuk persiapanku masuk ke Universitas yang sedari dulu aku damba kan. Sehingga untuk menanyakan kabarnya pun, aku tak sempat.
Malam itu, saat aku sedang bersantai di kamar, sambil bermain gitar, ponselku bergetar. Dan ternyata, dari nomor yang tak kuduga. “fita” sahabat nya tiba – tiba menelfonku. Aku terdiam sejenak. “ada apa ini ?” batinku. Aku segera mengangkat telfon itu.
“halo ?”
“halo. Kak Ilham..” kata seseorang di seberang sana.
“iya.. kenapa ?” Tanyaku.
“ini Fita. Hmmm .. Itu, Luna kak.”
“iya. Kenapa dia ?”
“Luna malam ini operasi kanker. Dia minta, sebelum dia operasi, dia mau ketemu sama kakak.”
“Operasi ? kanker ? yang bener aja !” kataku tak percaya.
“Iya kak. Dia punya penyakit kanker. Panjang ceritanya. Yang penting sekarang ke sini dulu. Di Rumah sakit M. DJAMIL. Kami tunggu.” Katanya padaku. Lalu tiba – tiba sambungan telfon itu putus.
Aku tak percaya hal itu. “Bagaimana bisa aku tak mengetahuinya ? kenapa dia tak pernah memberitahuku ? paling ini hanya main – main.” batinku. Aku pun memutuskan tetap bermain gitar. Setengah jam kemudian, ponselku kembali bergetar. Kali ini dari randi, sahabatku.
“Halo bro ! Ada apa ?”
“Lo lagi di mana ?”
“Di kamar nih, sama gitar gue, kenapa emang ?”
“Lo gila ha ?  Lo bener – bener jahat, atau apa sih, lo gak tau keadaan Luna gimana sekarang ?”
“Ha ? Luna ? Maksud lo ?” ini membuat ku semakin bingung.
“Yang penting lo ke M. DJAMIL sekarang.” Katanya memerintahku, dan sama seperti tadi, tiba – tiba sambungan telfon itu terputus.
Aku segera mengganti celana, dan meraih jaket. Secepatnya aku melesat ke M.DJAMIL. kurang lebih butuh waktu setengah jam untuk sampai ke M.DJAMIL dari rumahku. Aku terus berpikir, apa yang sebenarnya terjadi. Seakan yang aku jalani ini hanya lelucon.
Aku sampai di M.DJAMIL dalam waktu 20 menit. Hal ini membuatku gila. Segera aku menuju ke tempat randi berada. Tapi ternyata, dia sudah dioperasi dari setengah jam yang lalu. Aku terlambat, karna kebodohanku tersebut. Dan karna kebodohan itu pula lah, aku tak bisa melihatnya untuk yang terakhir kali. Operasinya gagal. Dia tak pernah bercerita tentang penyakit kanker otak yang di deritanya. Dan akhirnya, dia lah yang benar – benar pergi meninggalkan ku.
* * *
“Hey..” seseorang menepuk pundak ku. “Udah satu tahun bro ! Jaga dia tetap hidup dalam hati lo.” Ucap seseorang itu yang ternyata randi. Aku hanya tersenyum getir, menyesali semua nya. Namun, apa boleh buat ? Semua sudah terjadi. Harusnya, aku bisa membahagiakannya, sebelum akhirnya kita benar – benar terpisah. Belum tentu apa yang ada di pikiran saat ini, akan sama dengan apa yang direncanakan Tuhan. Hanya saja, ada baiknya kita menjaga seseorang itu, selama kita masih di beri kesempatan menjaga dan menyayanginya. Sebelum dia yang akan benar – benar pergi meninggalkan kita. :’)
* * *

a short story by Putri Rahma Dian Silahkan Klik Ini untuk info Penulis

Puisi : Sahabatku

Sahabatku…
Dulu kita saling tertawa
Saling bercanda
Saling berbagi suka dan duka
                Menjalani hari bersama
                Untuk meraih cita-cita
                Dengan hati yang gembira
                Dan tak pernah kenal dengan putus asa
Begitu sedihnya hatiku
Saat mendengarmu akan meninggalkanku
Dan tak tau
Kapan kau akan kembali
                Tapi, aku akan sabar menunggu
Karna aku percaya kau terlahir untukku
Menemani hari-hari indahku
Hingga akhir waktu

a poetry by Aidia Novitri Silahkan Klik ini untuk Info Penulis

Puisi : Muhammad



Muhammad
Kau rasul terakhir kami
Warisi Al-qur’an dan Hadist pada kami
Tuk petunjuk hidup kami
Hingga akhir zaman nanti

Muhammad
Kau suri teladan kami
Kau pemimpin kami
Biarkan kami ikuti jejakmu
Sebagai pengikut setiamu

Muhammad
Sulit bagi kami tuk menirumu
Sifatmu…
Siddiq, Amanah
Tabliqh, Fathanah

Muhammad
Sungguh kami kagum padamu
Sungguh kami ingin berjumpa denganmu
Bicara padamu
Walau hanya dalam sekejap mimpiku

a poetry by Aidia Novitri Silahkan Klik ini untuk Info Penulis

Hobi dan Cita-citaku

Dulu ketika aku masih duduk di bangku SMP, aku merasa tidak memiliki hobi ataupun kemampuan yang bisa kusalurkan. Namun semenjak aku mengikuti pelatihan sastra, aku mulai merasa kalau aku memiliki hobi. Pelatihan sastra tersebut memberikan dampak yang baik untukku. Aku mulai mencintai dan mengenal lebih dalam tentang dunia sasta.
Ketika dunia sastra telah menjadi sebagian hidupku, aku mulai terjun dalam dunia tulis menulis. Aku mencoba untuk menulis apa saja. Baik menulis cerpen, puisi, ataupun berupa artikel singkat. Jika tidak menulis dalam sehari, aku merasa ada yang kurang dalam hidupku. Dunia tulis seperti telah menyatu dengan kehidupanku.
Aku melangkah pada kesungguhan dunia menulis. Semenjak kelas VIII  aku telah aktif menulis, dan mencoba menyalurkan karya tulisku melalui mading sekolah. Tidak hanya melalui mading, aku juga menyalurkannya pada media cetak seperti Padang Ekspres. Namun sayang, satupun karyaku tidak pernah dimuat. Tidak dimuatnya karyaku oleh media cetak bukan membuatku putus asa atau berhenti untuk menulis. Malahan dengan ditolaknya karyaku membuat semangatku untuk menulis semakin besar. Aku terus menulis dan menulis. Aku belajar, dan membaca berbagai buku tentang teknik dalam menulis. Selain teknik dari menulis, beberapa teori tentang kebahasaan dan penyusunan kalimat mulai kupahami. Karena suatu karya sastra tanpa mengerti tentang kebahasaan, karya itu akan terasa hambar dan sulit diterima oleh banyak orang.
Kecintaanku pada dunia sastra juga memunculkan hobi baru untukku. Aku mulai mengoleksi berbagai novel, dan beberapa karya sastra lama. Setiap bulan, aku selalu menghabiskan uang untuk membeli satu novel. Aku menganggap bahwa dengan membaca berbagai karya orang lain, aku akan mendapatkan beberapa cara penulisan dan style yang unik dari si penulis.
Sastra juga mengajarkanku tentang dunia musik. Karena setiap lirik lagu kebanyakan berawal dari puisi. Aku  lebih menyukai mendengarkan lagu, dan mengartikan setiap makna dari lagu tersebut. Tidak jarang makna dari lagu memberikan inspirasi bagiku untuk menulis cerpen. Dunia sastra memang memberikan dampak yang luar biasa untukku.
Beralih dari hobiku tentang menulis. Sebelum aku mengenal tulisan, aku memiliki cita-cita untuk menjadi seorang guru atau dosen. Cita-citaku mulai tumbuh semenjak TK. Alasanku memilih menjadi seorang dosen atau guru sangatlah biasa. Aku menyukai, dan terpesona cara mengajar guru TK yang mengajariku saat itu. Hingga saat aku menduduki kelas XI, cita-citaku untuk menjadi guru tetap utuh. Tidak ada satupun perubahan untuk cita-citaku. Hanya saja semenjak mengenal dunia tulis, ada sedikit hasratku bercita-cita menjadi seorang penulis. Namun, cita-citaku menjadi dosen atau guru tetap berdiri kokoh. Cita-citaku menjadi penulis tidak sebesar keinginanku untuk menjadi seorang guru. Aku menjadikan dunia tulis hanya sebagai hobi semata,bukan cita-cita untukku.
Cita-cita adalah suatu harapan yang harus diraih. Aku bercita-cita untuk menjadi seorang guru. Tidak hanya aku, tapi semua orang menginginkan cita-citanya menjadi kenyataan. Namun suatu harapan jika tidak dibarengi dengan usaha dan doa, hasilnya akan sia-sia. Semenjak SMP hingga saat ini, aku terus belajar sungguh-sungguh, disiplin, dan tidak membuang waktu secara percuma. Orangtuaku pernah berkata, bahwa  cita-cita tidak akan berhasil diraih tanpa kesungguhan dan keyakinan yang kuat. Aku terus berkerja keras, sungguh-sungguh, dan melakukan apa yang terbaik untuk orang-orang di sekitarku.
Jadi, hobi dan cita-cita adalah suatu hal yang saling terkait. Sebagian orang  ada yang berawal dari hobi menjadi cita-cita. Begitu sebaliknya, ada sebagian orang yang tetap pada cita-citanya dan menjadikan hobi tetaplah suatu kesenangan. 
Aku masih ingat kata mutiara yang dikutip pada buku Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Man Jadda Wa Jadda. Artinya, siapa yang bersungguh pasti akan sukses. Kesungguhan adalah kunci dibalik dari kesuksesan. Sungguh pada hobi yang disenangi, dan sungguh pada cita-cita yang ingin diraih.
 

Translate

Cari Blog Ini

We Wish

Jika Kalian mengunjungi blog ini,tolong tinggalkan komentar unruk mengetahui seberapa menariknya blog ini makasih ^^